KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan kasih‐Nya,
memberikan kemampuan dan kemudahan bagi penulis dalam penyusunan makalah ini
sehingga makalah ini dapat selesai.
Penulis
menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman penulis tentang peran
budaya nasional , menjadikan keterbatasan penulis pula untuk memberikan
penjelasan yang lebih dalam tentang makalah ini, kiranya mohon dimaklumi
apabila masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah
ini. Maka dari itu penulis sangat mengharap kritik yang membangun dari para
dosen dan pembaca makalah ini. Hal ini penulis lakukan agar dalam melangkah ke
depan penulis mampu menciptakan hal yang lebih dari yang sekarang.
Penulis menyadari betul, bahwa dalam
makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun atas
segala kekurangan. Atas perhatian para pembaca penulis haturkan terima kasih.
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATPENGANTAR…………………………………………..................……….
2
DAFTAR ISI …………………………………………… …………………….... 3
BAB
I PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN............... 4
1.1 Maksud dan Tujuan ………………………………………………………….. 5 1.2 Metode Penulisan…………………………………………………..………....
5
BAB
II PERMASALAHAN..............................................................................
6
2.1
Latar
Belakang Tumbuhnya Kesadarana Nasional
………………………... 6
2.2
NKRI dalam
Lintasan Sejarah Indonesia …………………………………... 8
2.3
Berdirinya
NKRI ………………………… ……………….……………..... 10
BAB III
PENUTUB KESIMPULAN DAN SARAN......................................
14
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………..
14
3.2. Saran …...………………………………………………………………......
16
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………..... 17
3
BAB I
Pendahuluan
PENGANTAR
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Pada hakekatnya pendidikan adalah
upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin
kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya.Selaku warga
masyarakat,warga bangsa dan negara,secara berguna dan bermakna serta mampu
mengantisipasi hari depan mereka yang selalu berunah dan selalu terkait dengan
konteks dinamika budaya,bangsa,negara dan hubungan international,maka
pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal
yang digambarka sebagai perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan
ketidak keterdugaan.
Dalam
kehidupan kampus di seluruh perguruan tinggi indonesia,harus dikembangkan
menjadi lingkungan ilmiah yang dinamik,berwawasan budaya bangsa,bermoral
keagamaan dan berkepribadian indonesia.Untuk pembekalan kepada para mahasiswa
di indonesia berkenaan dengan pemupukan nilai-nilai,sikap dan kepribadian,diandalkan
kepada pendidikan pancasila,
Bela
Negara,Ilmu Sosial Dasar,Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar sebagai latar
aplikasi nilai dalma kehidupan,yang disebut Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian (MKPK).
4
1.1 Maksud
dan Tujuan
a)
Maksud
Untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN sebagai bekal, agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.
Untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN sebagai bekal, agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.
b)
Tujuan
1. Agar para
mahasiswa memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun,
jujur dan demokratis serta ikhlas.
2. Memupuk
sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, patriotisme, cinta
tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara.
3. Menguasai
pengetahuan dan memahami aneka ragam masalah dasar kehidupan masyarakat, bangsa
dan negara yang akan diatasi dengan pemikiran berdasarkan Pancasila, Wawasan
Nusantara dan Ketahanan Nasional secara kritis dan betanggung jawab.
1.2 Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini penyusun mengumpulkan data
mengenai pembahasan dan manfaatnya melalui teknik studi literatur dan media
maya untuk mencari data yang relevan dalam pembuatan makalah ini.
5
BAB II
2.1 Latar Belakang Tumbuhnya Kesadaran Nasional
Perasaan akan timbul nasionalisme bangsa Indonesia
telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba. Nasionalisme tersebut masih
bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional. Nasionalisme yang bersifat
menyeluruh dan meliputi semua wilayah Nusantara baru muncul sekitar awal abad
XX. Lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia didorong oleh 2 faktor, baik factor
intern maupun ekstern.
1.
Faktor Intern
a.
Sejarah masa lampau yang gemilang
Indonesia
sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan
Sriwijaya dimana kedua kerajaan tersebut terutama Majapahit memainkan peranan
sebagai Negara nasional yang wilayahnya hampir meliputi seluruh Nusantara.
b. Penderitaan Rakyat akibat Penjajahan
Bangsa
Indonesia mengalami mas penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa
Portugis . Politik devide et impera, monopoli perdagangan, system tanam paksa,
dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu
menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami
perlunya menggalang persatuan. Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan
senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda.
6
c.
Pengaruh Pendidikan Pendidikan Barat
di Indonesia
Perkembangan
system pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik
etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di Indonesia banyak dipengaruhi
oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda.
d.
Pengaruh Pendidikan Islam di
Indonesia
Perkembangan
pendidikan di Indonesia banyak diwarnai oleh pendidikan yang dikelola oleh umat
Islam. Ada tiga macam jenis pendidikan Islam di Indonesia yaitu pendidikan di
surau/langgar, pesantren, madrasah. Para pemimpin nasional yang bercorak Islam
akan sangat mudah untuk mengatur kekuatan Islam dalam membangun kekuatan
bangsa.
e.
Pengaruh perkembangan Pendidikan
Kebangsaan di Indonesia.
Berkembangnya
system pendidikan Barat melahirkan golongan terpelajar. Adanya diskriminasi
dalam pendidikan colonial dan tidak adanya kesempatan bagi penduduk pribumi
untuk mengenyam pendidikan, mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah
kaum pribumi. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah kebangsaan sebab
bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dan mencetak
generasi penerus yang terpelajar dan sadar akan nasib bangsanya.
7
2. Faktor Ekstern
a.
Kemenangan Jepang atas Rusia
Perjalanan
sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika
pada tahun 1904 – 1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata
yang keluar sebagai pemenangnya adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat
juang terhadap pelopor pergerakan nasional di Indonesia
b. Partai
Kongres India
Dalam
melawan Inggris di India, kaum pergerakan nasional di India membentuk All India
National Conggres (Partai Kongres India) di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi.
2.2 NKRI
dalam lintasan sejarah Indonesia
Negara
Bangsa (nation-state) adalah fenomena modern karena bentuk pengaturan hidup
bersama yang muncul sekitar abad 16 dan 17 seiring dengan berkembangnya paham
demokrasi. Konsep Negara-bangsa mempunyai daya tarik karena dianutnya paham
persamaan di antara setiap orang yang menjadi warga bangsa. Anggota Negara
–bansa (warga Negara) mempunyai kedudukan yang sama baik dalam berhubungan
dengan warga Negara lainnya maupun dengan negara. Semua warga Negara merasa
menjadi bagian Negara-bangsa yang setara, meskipun terdapat perbedaan secara cultural dan agama. Paham
Negara-bangsa didasarkan adanya keinginan untuk hidup bersama dalam sebuah
kesatuan di
8
antara para
warga Negara meskipun terdapat perbedaan. Oleh karena itu paham Negara bangsa
lebih mementingkan aspek politik. Perbedaan-perbedaan cultural dan agama tidak
menghalangi untuk terikat dalam satu kesatuan bangsa.
Masa pasca
Perang Dunia II memberi peluang bagi banyak Negara jajahan untuk membentuk
Negara-bangsa masing-masing. Dalam kasus Indonesia kekalahan Belanda oleh
Jepang pada awal Perang Dunia II dan kekalahan Jepang kemudian terhadap Sekutu
memberi peluang bagi bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya. Para
founding father Republik Indonesia dengan mudah mencapai kesepakatan untuk
membentuk sebuah Negara Indonesia yang didasarkan atas paham kebangsaan
Indonesia.
Masalah –
masalah Negara bangsa tidak dengan sendirinya selesai dengan terbentuknya
Negara bangsa bersangkutan. Masalah akan ada sepanjang masa, tidak mungkin
hilang karena gangguan itu melekat pada setiap Negara bangsa.
Dalam proses
budaya, paling kurang ada 3 faktor yang telah menyumbang terciptanya rasa
Persatuan Indonesia di antaranya :
- Agama Islam sebagai agama mayoritas rakyat
- Kenyataan bahwa di Hindia Belanda sejak abad ke-11 , bahasa Melayu merupakan bahasa pergaulan
- Diperkenalkan system pendidikan Belanda di awal abad ke-19
Kapan
dimulainya nasionalisme di Indonesia tidak dapat disebutkan atau dipraktekkan
secara tepat. Ini merupakan suatu fase yang baru muali disebut dengan jelas dan
terorganisasi pada dasawarsa kedua abad ke – 20, namun
9
kebanyakan
unsure pokoknya yang penting sudah ada jauh sebelumnya.
2.3 Berdirinya NKRI
Sejak
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, dimulailah sejarah bangsa
Indonesia sebagai bangsa yang bernegara. Proklamasi kemerdekaan merupakan
sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia.alankan
sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Indonesia menganut sistem
pemerintahan presidensil, di mana Presiden berkedudukan sebagai kepala negara
sekaligus kepala pemerintahan. Para Bapak Bangsa yang meletakkan dasar
pembentukan negara Indonesia, setelah tercapainya kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 1945.
A. Bentuk Republik Indonesia
Republik Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asiadan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau,
oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara, Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada
tahun 2006 dan Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di
dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar
di dunia.
10
Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan
secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka
tunggal ika, berarti
keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah
yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkatkeanekaragaman hayati terbesar
kedua di dunia.
B. Bentuk
pemerintahan Indonesia
Bentuk pemerintahan Indonesia
adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang
dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia
berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
C. Sistem
Pemerintahan Indonesia
1.
system pemerintahan Presidensial
merupakan system pemerintahan di
mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak
bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada
presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala
pemerintahan.
Contoh Negara: AS, Pakistan,
Argentina, Filiphina, Indonesia.
11
Ciri-ciri system pemerintahan Presidensial:
1. Pemerintahan Presidensial
didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan.
2. Eksekutif tidak mempunyai
kekuasaan untuk menyatu dengan Legislatif.
3. Kabinet bertanggung jawab
kepada presiden.
4. eksekutif dipilih melalui
pemilu.
2. system
pemerintahan Parlementer
merupakan
suatu system pemerintahan di mana pemerintah (eksekutif) bertanggung jawab
kepada parlemen. Dalam system pemerintahan ini, parlemen mempunyai
kekuasaan yang besar dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan
terhadap eksekutif. Menteri dan perdana menteri bertanggung jawab kepada
parlemen.
Contoh Negara: Kerajaan Inggris, Belanda, India,
Australia, Malaysia.
Ciri-ciri dan syarat system
pemerintahan Parlementer:
1. Pemerintahan Parlementer
didasarkan pada prinsip pembagian kekuasaan.
2. Adanya tanggung jawab
yang saling menguntungkan antara legislatif dengan eksekutif, dan antara
presiden dan kabinet.
3. Eksekutif dipilih oleh
kepala pemerintahan dengan persetujuan legislatif.
12
3. system pemerintahan Campuran
dalam system pemerintahan ini
diambil hal-hal yang terbaik dari system pemerintahan Presidensial dan system
pemerintahan Parlemen.
Selain memiliki presiden sebagai
kepala Negara, juga memiliki perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
Contoh Negara: Perancis.
D. Sistem Politik Indonesia
Indonesia
adalah negara kesatuan berbentuk republik, di mana kedaulatan berada di tangan
rakyat dan dijragam suku bangsa, agama, dan budaya yang tersebar di ribuan
pulau besar dan kecil, di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Indonesia pernah menjalani sistem pemerintahan federal di bawah
Republik Indonesia Serikat selama tujuh bulan (27 Desember 1949 - 17 Agustus
1950), namun kembali ke bentuk pemerintahan republik. Setelah jatuhnya Orde
Baru (1996 - 1997), pemerintah merespon desakan daerah-daerah terhadap sistem
pemerintahan yang bersifat sangat sentralistis, dengan menawarkan konsep
Otonomi Daerah untuk mewujudkan desentralisasi kekuasaan.
13
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, dengan memakai
system demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat oleh rakyat
untuk rakyat. Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil, di mana Presiden berkedudukan sebagai kepala
negara sekaligus kepala pemerintahan. Para Bapak Bangsa yang meletakkan dasar pembentukan
Negara Indonesia, setelah tercapainyakemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Mereka sepakat menyatukan rakyatyang berasal dari beragam suku bangsa, agama,
dan budaya yang tersebar di
ribuan pulau besar dan kecil, di bawah payung
NKRI. Indonesia pernah menjalani sistem pemerintahan federal di bawah
Republik Indonesia Serikat selama
tujuh bulan (27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950), namun kembali ke bentuk
pemerintahan republik. Setelah jatuhnya Orde Baru (1996 -1997), pemerintah
merespon desakan daerah-daerah terhadap sistem pemerintahanyang bersifat sangat
sentralistis, dengan menawarkan konsep Otonomi Daerah untuk mewujudkan
desentralisasi kekuasaan.
14
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagaikegiatan
dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum
termasuk proses penentuan tujuan, upayaupaya mewujudkan tujuan, pengambilankeputusan,
seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Konstitusi Negara Indonesia adalah
UUD 1945, yang mengatur kedudukan dan tanggung jawab penyelenggara negara,
kewenangan, tugas,dan hubungan antara
lembaga-lembaga negara (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). UUD 1945 juga mengatur hak dan kewajiban
warga negara. Lembaga legislatif terdiriatas Majelis Permusyawaratan
Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Lembaga Eksekutif terdiri atas
Presiden, yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh seorang wakil
presiden dan kabinet. Di tingkat regional, pemerintahan provinsi dipimpin oleh
seorang gubernur, sedangkan di pemerintahan
kabupaten/kotamadyadipimpin oleh seorang bupati/walikota. Lembaga Yudikatif
menjalankan kekuasaankehakiman yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) sebagai lembaga
kehakiman tertinggi bersama badan-badan kehakiman lain yang berada di bawahnya.
Fungsi MA adalah melakukan pengadilan, pengawasan, pengaturan, memberi
nasehat, dan fungsi adminsitrasi. Saat ini UUD 1945 telah
mengalami beberapa kali
amandemen, yang telah memasuki tahap amandemen keempat.
Amandemenkonstitusi ini mengakibatkan perubahan mendasar terhadap tugas dan hubungan
lembaga-lembaga negara.
15
3.2. Saran
Saya sangat
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya sangat mengharap kritik dan
saran yang membangun dari para pembaca, agar saya dapat memperbaiki pembuatan
makalah saya di waktu yang akan datang.
16
DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan Kewarganegaraan , Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005
Pendidikan Kewarganegaraan
Berbasis Nilai, penerbit Ghalia Indonesia, Juli 2010
Buku Putih Pertahanan Negara : “Mempertahankan Tanah air Memasuki Abad
21, Indonesia” Dephan, 2003, Jakarta.
Assosiasi Ilmu Politik
Indonesia, “Jurnal Ilmu Politik” , Gramedia, 1986
Mariam Budiarjo, Dkk, “Dasar – dasar ilmu Politik” , Gramedia,
2003
Sukarna, “Sistem Politik Indonesia, Jilid 4” ,
Mandar maju, 199
MAKALAH KEWARGAAN
NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA)
Dosen Pembinbing: Bpk. Muklis, S.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok VIII:
v FENDI
HERMANSYAH. NPM
(1399841)
v REFLY AGUNG FADHLY. NPM (1399301)
v VERRA ARISCA
DAMAYANTI . NPM (1399841)
v
YUNITA USWATUN KHASANAH. NPM (13100021)
Semester/Kelas: I / B
Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam
STAIN JURAI SIWO METRO LAMPUNG 2013 M / 1434 H
STAIN JURAI SIWO METRO LAMPUNG 2013 M / 1434 H
Komentar
Posting Komentar