Langsung ke konten utama

MAKIAH DAN MADANIAH (ULUMUL QURAN


MAKALAH

ULUMUL QURAN

MAKIAH DAN MADINAH

Dosen pengampu : Amin Efendi,M.Pd.I




Disusun Oleh :

Kelompok 2

KELAS: E

1.EKA RAHMA PUTRA    (1398271)

JURUSAN  TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) JURAI SIWO METRO

T.A 2013











A.     Pengertian makiah dan madaniah

Kata Al-makai  berasal dari “mekah ‘ dan al-madani berasal dari kata “madinsh kedua kata tersebut telah di masuki ‘ ya’ sehingga menjadi al-makkiy atau al-makiyyah dan al-madaniy atau al-madaniyah. Secara harfiah, al-mmakiy atau al-makiyyah berati yang bersifat “mekah atau yang berasal dari mekah”, ssedangkan al madaniy atau al-madaniyah yang berarti ‘yang berdsifat madinah atau yang berasal dari madinah “. Maka ayat atau surah yang turun di mekah di sebut dengan al makiyah, yang di turunkan di madinah di sebut al-madiniah.

Secara istilah, al-makiy wa al-madaniy  berarti”suatu ilmu yang membahas tentang tempat dan periode turunya surat atu ayat al Quran, baik mekah atupun madinah”. Ayat atau surah yang turun pada periode mekah di sebutkan dengan ayat/ surah makiyah dan ayt /surah yang turun pada periode madinah di sebut dengan yata madaniyah.

Secara terperinci pra mufasir berbeda pendapat dalam mendefinisikan makiyah dan madaniyah   tersebut. Perbedaan itu adalh sebagai berikut

a.       Al-makiy adalah surah atau ayat yang di turunkan di mekah dan sekitarnya walaupun setelah hijrah sedangakn al-madani adalah surah atau ayat yang turun di madinah dan sekitarnya

b.      Al makiy adalah ayat yang di turunkan kepada penduduk mekah, sedangkan al-madani adalah ayat-ayat yang di turunkan kepada penduduk madinah.

c.       Al-makiy adalah surah atau ayat yang turun kepada Nabi sebelum hijrah sedangkan almadani . surah atau ayat yang turun kepada nabi setelah hijrah.berdasarkan definisi ini, maka yat yang turun di mekah setelah nabi hijrah ke madinah termasuk dalam kategori madaniah.

Pasa ulama mengemukakan empat prespektif dalam emndefinisika teminologi makih dan madaniah ke empat perespekti itu masa turun mereka mendefinisikan “makiah ialah ayat ayat yang turun sebelum rasullah hijrah ke madinah kendati pun bukan turun di mekah sedangkan al madaniah adalah ayat ayat yang trun sesudah rasululah hijrah ke madinah kendati pun bukan turun di madinah. Ayat ayat-yanng turun setelah peristiwa hijrah di sebur madaniah walaupun turun di mekah atau madaniah dengan demikian surat An-nisa (4):(48) terbukanya kota mekah (fath makah )



 ¨bÎ) ©!$# Ÿw ãÏÿøótƒ br& x8uŽô³ç ¾ÏmÎ/ ãÏÿøótƒur $tB tbrߊ y7Ï9ºsŒ `yJÏ9 âä!$t±o 4 `tBur õ8ÎŽô³ç «!$$Î/ Ïs)sù #uŽtIøù$# $¸JøOÎ) $¸JŠÏàtã ÇÍÑÈ   termasuk kategori madaniah kendati pun di turun kan di mekah yaitu pada peristiwa

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Begitu pula surat almaidah ayat ke(3) termasuk kategori madaniah kedatipun tidak di turunkan di madinah karena ayat itu di turunkan pada peristiwa haji wada



 ôMtBÌhãm ãNä3øn=tæ èptGøŠyJø9$# ãP¤$!$#ur ãNøtm:ur ͍ƒÌYσø:$# !$tBur ¨@Ïdé& ÎŽötóÏ9 «!$# ¾ÏmÎ/ èps)ÏZy÷ZßJø9$#ur äosŒqè%öqyJø9$#ur èptƒÏjŠuŽtIßJø9$#ur èpysÏܨZ9$#ur !$tBur Ÿ@x.r& ßìç7¡¡9$# žwÎ) $tB ÷LäêøŠ©.sŒ $tBur yxÎ/èŒ n?tã É=ÝÁZ9$# br&ur (#qßJÅ¡ø)tFó¡s? ÉO»s9øF{$$Î/ 4 öNä3Ï9ºsŒ î,ó¡Ïù 3 tPöquø9$# }§Í³tƒ tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. `ÏB öNä3ÏZƒÏŠ Ÿxsù öNèdöqt±øƒrB Èböqt±÷z$#ur 4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ 4 Ç`yJsù §äÜôÊ$# Îû >p|ÁuKøƒxC uŽöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b}   ¨bÎ*sù ©!$# Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÈ  

3. diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari perespektif mereka mendevinisikan terminologi sebagai berikut:’

Makiyah ialah ayat-ayat yag turundi mekah dan sekitarnay seperti mina arofah dan hudaibiah sedangkan madaniah adalah ayat-ayat yang turun di madinah dan sekitarnaseperti uhud kuba dan sul,a’

Terdapat cela kelemahan dari pendevinisian di atas sebab terdapat ayat ayat tertentu, yang tidak diturunkan di madinah dan skitarnya misalnya surah at-taubah ayat 42 di turunkan di tabuak dan surah assuhruf ayat 45di turunkan di tengah perjalanan antara mekk dan madinah.Kedua ayat  tersebut,jika melihat definisi kedua,tidak dapat di kategorikan kedalam makkiyah dan madaniyah

Dari perspektif  objek pembicaraan,mereka mendefinisikan kedua terminologi di atas sebagai berikut.

“makkiyah adalah aya-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang mekah.sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat yang menjadi khitab bagi orang-orang madinah”.

Pedefinnisian di atas di rumuskan berdasarkan asumsi bahwa kebanyakan ayat al quran di mulai dengan ungkapan “yayuhannas”yang menjadi kretiria makiyyah dan ungkapan “yaayuhalladi”yang menjadi kriteria madinah

Cara-Cara Mengetahui Makiyah Dan Madaniah

Dalam menetapkan makna ayat-ayat al Quran yang termasuk kategoti makaiah dan amdaniah para ulama berepegang teguh pada dua rangka pendekatan

1.      Pendekatan teransmisi atau periwayatan dengan perangkat pedekatan teran misi para ulama merujuk pada riwayat-riwayat yang falid yang berasal dari para sahabat, yaitu orang-orang yang besar kemungkinan menyaksinan turunnya wahyu atau para generasi tabiin yang saling berjumpa dan mendengar langsung dari para sahabat tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan proses kewahyuan al Quran termasuk di dalamnya adalah informasi kronologis al quran.

2.      Pendekatan analogi atau (Qiyas)

Ketika melakukan kategorisasi makiah dan madianah para ulama menganut pendekatan analogi bertolak. Dari ciri-ciri spesifik dari ke dua klasifikasi itu dengan demikian bila pada surah makiyah terdapat sebuah ayat yang memiliki ciri ciri khusus madaniah ayat ini termasuk kategori ayat madaniah. Tentu saja para ulama telah menetapkan tema –tema sentrsl yang di tetapkan pula sebagai ciri ciri khusus bagi kedua lelasifikasi itu misalnya mereka menetapkan tema kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai ciri khusus makiah  tema faais dan ketentuan hukum dan ketentuan hak sebagai ciri kuhusus madaniah,

Ciri ciri spesifik makiah dan madaniah

Para ulama telah berusaha merumuskan ciri ciri spesifik makiah dan madaniah dalam menguraikan kronologis al Quran mereka mempermulasikan ciri-ciri khusus makiah dan madanianiah sebagi berikut;

Makiyah

a.       Di dalam nya terdapat ayat sajedah.

b.      Ayat-ayatnya di mulai dengan kata kala

c.       Di mulai dengan ungkapan ya ayuhan nash

d.      Ayat-ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat-umat terdahuli.,

e.       Ayat-ayatnya berbicara tentang kisah nabi adam dan iblis kecuali surat al baqoroh; dan

f.       Ayat-ayat dimulai dengan huruf terpotong-potong seperti alif-lam-mim dan sebagainya

Madaniah

a.       Mengandung ketentuan fara’id dan had

b.      Mengandung sindiran terhadap kaum munafik.

c.       Mengandung uraian tentang perdedatan denngan ahli kitab

Para ulama juga merumuskan ciri ciri sepesifik makiah dan madinah sebagai berikut:

a.       Menjelaskan ajakn monotisme ibadah kepada allah semata penetapan hari kebangkitan dan pembalasan uraian kiamat dan perihalnya neraka dan siksanya surga dan kenikmatannya dan mendebat kelompok musrikin dengan argumentasi rasional dan aqli menentukan

b.      Menuturkan kisah para nabi dan umat umat terdahulu serta perjuangan muhamad dalam menghadapi tantangan kelompok musrikin

c.       Ada ayat dan surahnya pendek-pendek dan nada serta perkatanya agk keras dan menegandung kata-kata sumpah

Madaniyah

a.       Menjelaskan masalah ibadah muamalah dan sebagainya

b.      Ahli kitap dan nasrani mengajak masuk islam juga menguraikan perbuatan mereka yang telah menimpangkan kitab allah dan menjauhi kebenaran serta perselisihanya setelah datang kebenaran;

c.       Mengungkap langkah-llangkah orang munafik

d.      Surah dan sebagian ayat-ayatnay pannjang-panjang serta menjelaskan hukum dengan terang.

Urgensi ppengetahuan tentang makiah dan madaniah

1.      Membantu dalam menafsirkan al Quran

2.      Pedoman bagi langkah dakwah

3.      Mmberi informasi tentang kenabian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASAKH DAN TARJIH

MAKALAH USHUL FIQIH NASAKH DAN TARJIH Dosen pengampu : Drs. H. Hadi Rahmat, MA Disusun Oleh : Kelompok: 5.1 Kelas D 2. Miftahudin                                      (1398901) JURUSAN   TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JURAI SIWO METRO T.A 2013 KATA PENGANTAR Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh Pertama yang kita utamakan marilah kita ucapkan puji syukur kita atas kehadirat allah swt yang telah memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua dan khususnya kepada kami sehingga kita dapat menyelesaikan tugas kelompok (MAKALAH) mata kuliah ushul Fiqih. sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada uswatun hasanah kita yaitu Nabiullah Muhammad SA...

CABANG CABANG FILSAFAT

MAKALAH FILSAFAT UMUM “FILSAFAT UMUM DI TINJAU DARI CABANG- CABANG FILSAFAT YANG MEREFLEKSI MENGENAI HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN” Dosen pengampu : Amin Efendi,M.Pd.I Disusun Oleh : Kelompok 3 1.Cahyani Setia Ningsih                    (1397981) 2. Miftahudin                                      (1398901) 3. Agus kurniawan                             (1397541) JURUSAN   TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JURAI SIWO METRO T.A 2013 KATA PENGANTAR Assa...

MASYARAKAT MODEREN

A.     PENGERTIAN MASYARAKAT MODERN Masyarakat modern terdiri dari dua kata, yaitu masyarakat dan modern. Dalam Kamus Umum bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta mengartikan masyarakat sebagai pergaulan hidup manusia (Himpunan orang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan yang tentu) [1] . Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara baru, mutakhir. Dengan demikian secara harifah masyarakat modern di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu yang bersifat mutakhir. [2] Masyarakat modern sering disebutkan sebagai lawan dari masyarakat tradisional. Deliar Noer misalnya menyebutkan cirri-ciri modern sebagai berikut: 1.       Bersifat rasional, yakni lebih mengutamakan pendapat akanl pikiran, daripada pendapat emosi. Sebelum melakukan perkerjaan selalu mempertimbangkan lebih dahulu untuk ruginya, danperkerjaan tersebut secara logika dipandang menguntungkan. 2.       Berpikir untuk m...